Sel

Posted on Oktober 24, 2010

0



A. Teori tentang sel

1. Teori Kesatuan Struktural oleh Schleiden dan Schwann

2. Teori Kesatuan Fungsional oleh Max Schultze

3. Teori kesatuan Pertumbuhan oleh Rudolf Virchow

4. Teori Kesatuan Fisik

5. Teori Kesatuan Hereditas oleh Crick dan Watson

B. Anatomi Sel

1. Membran Plasma (Plasmalemma)

Yaitu selaput atau membran sel yang terletak paling luar yang tersusun dari senyawa kimia Lipoprotein (gabungan dari senyawa lemak atau Lipid dan senyawa protein).

Selaput plasma bersifat Selektif Permeabel atau Diferensial Semi Permeabel. Fungsi dari selaput plasma adalah menyelenggarakan transportasi zat dari sel yang satu ke sel yang lain, dengan cara difusi, osmosis, transport aktif dan endositosis atau eksositosis.

Khusus pada sel tumbuhan, selain mempunyai selaput plasma masih ada satu struktur lagi yang letaknya di luar selaput plasma yang disebut Dinding Sel. Dinding sel tersusun dari dua lapis senyawa selulosa, di antara kedua lapisan selulosa tadi terdapat rongga yang dinamakan Lamel Tengah yang dapat terisi oleh zat-zat penguat seperti Lignin, Kitin, Pektin, Suberin, dan lain-lain.

2. Sitoplasma dan Organel Sel

a. Sitoplasma

Sitoplasma adalah bagian sel yang berupa cairan.

Penyusun utama dari Sitoplasma adalah air (90%), berfungsi sebagai pelarut zat-zat kimia serta sebagai media terjadinya reaksi kimia sel.

Di dalam sitoplasma terdapat senyawa organik maupun anorganik yang sebagian besar berukuran koloid karena itu protoplasma mempunyai partikel yang terlarut dalam sitoplasma, bergerak ke segala arah (gerak Brown) dan menimbulkan efek Tyndall bila terkena cahaya.

Fungsi Sitoplasma: (1) Tempat metabolisme sitosolik, (2) penyimpanan bahan kimia bagi metabolisme sel misalnya enzim, protein, lemak, (3) Sarana pergerakan organel.

i. Sitoskeleton

Merupakan rangka sel dalam sitosol. Untuk stabilitas bentuk sel. Terdiri dari protein filamen yang terdiri dari mikrofilamen, filament tengah, dan mikrotubulus.

b. Organel Sel

Organel sel adalah benda-benda padat yang terdapat di dalam sitoplasma dan bersifat hidup (menjalankan fungsi-fungsi kehidupan).

i. Retikulum Endoplasma

Sebagai alat transportasi zat-zat di dalam sel itu sendiri. RE halus (tidak bergranula/ber-ribosom) sebagai tempat sintesis lipid, metabolisme karbohidrat, dan detoksifikasi obat-obatan. RE kasar sebagai tempat sintesis protein untuk membran sel maupun ke luar sel.

ii. Ribosom

Tersusun dari RNA Ribosomal. Tersebar bebas dalam sitoplasma. Ada yang menempel pada retikulum endoplasma dan hasil sintesis akan masuk ke lumen RE. Sebagai tempat sintesis protein.

Protein dari lumen RE dirposes di badan golgi yang hasilnya dapat berupa protein integral dan protein periferal. Juga dapat menghasilkan protein sebagai enzim.

iii. Mitokondria

Mempunyai dua lapis membran, lapisan dalamnya berlekuk-lekuk dan dinamakan Krista. Fungsinya sebagai pusat respirasi seluler yang menghasilkan banyak ATP (energi).

iv. Badan Golgi

Berfungsi untuk sekresi sel (protein, glikoprotein, karbohidrat, lemak), menghasilkan enzim yang belum aktif (zimogen) dan pembentuk lisosom.

v. Lisosom

Berfungsi sebagai penghasil dan penyimpan enzim pencernaan seluler (autofagi, autolysis,eksositosis). Enzim-enzim yang terdapat di dalam Lisosom misalnya Profase, Lipase,dan Asam fosfatase.

vi. Sentrosom

Berfungsi untuk pembelahan sel (mitosis dan meiosis).

Sentrosom bertindak sebagai benda kutub dalam mitosis dan meiosis.

vii. Plastida

Þ Lekoplas (plastida berwarna putih. Plastida ini berfungsi sebagai penyimpan makanan)

* Amiloplas : Menyimpan amilum.

* Elaioplas : Menyimpan lemak/minyak.

* Proteoplas : Menyimpan protein.

Þ Kloroplas (plastida berwarna hijau. Plastida ini berfungsi menghasilkan klorofil dan sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis).

Þ Kromoplas (plastida yang mengandung pigmen selain hijau yaitu kuning dan jingga).

* Karotin

* Xantofil

viii. Vakuola

ix. Mikrotubulus

Berfungsi untuk mempertahankan bentuk sel, rangka sel, dan pembentuk sentriol, silia, dan flagella.

x. Mikrofilamen

Terbentuk dari komponen utamanya yaitu protein aktin dan myosin. Berfungsi dalam pergerakan sel.

xi. Peroksisom

Mengandung enzim oksidae (mentransfer H2 dari berbagai substrat ke O2 sehingga menghasilkan H2O2 dan katalase (banyak disimpan dalam sel-sel hati untuk mengubah H2O2 menjadi H2O dan O2).

3. Inti sel

Pada sel kariotik dibatasi membran inti yang berpori 60 nm.Membran inti berguna untuk pertukaran materi antara nukleoplasma dengan sitoplasma. Nukleoplasma mengandung nukleolus (pembentukan & pematangan RNA ribosomal) dan kromosom (strukturnya jelas saat metafase). Fungsi inti sel : (1) mengendalikan metabolisme sel, (2) menyimpan informasi genetik dalam DNA, (3) Mengatur ekspresi gen, (4) Replikasi DNA dan Transkripsi DNA.

C. Ukuran dan Tipe sel

1. Ukuran Sel

Sebagian besar sel berukuran sangat kecil yang umumnya berdiameter 1-100 µm atau memiliki volume 1-1000 µm3. Volume sel menentukan banyaknya aktivitas kimia yang dilakukan per unit waktu. Luas permukaan menentukan banyaknya sel substansi yang keluar dan masuk sel. Luas permukaan sel meningkat lebih cepat daripada peningkatan volumenya. Hal ini menjelaskan mengapa organism berukuran besar tersusun dari sel-sel yang berukuran kecil.

Bagaiman cara mempelajari sel, sedangkan mata manusia hanya dapat melihat objek terkecil berukuran 0,2 mm atau 200 µm. Maka alat bantu yang diperlukan adalah mikroskop.

Ada mikroskop cahaya (perbesaran 2.000 kali) dan mikroskop elektron (perbesaran hingga 500.000 kali).

Mikroskop elektron dibedakan menjadi SEM dan TEM

· SEM (Scanning Electron Microscope)

Untuk melihat permukaan objek, misalnya permukaan mata serangga atau permukaan bakteri.

· TEM (Transmission Electron Microscope)

Melihat benda irisan ultramikro sehingga isi sel terlihat sangat rinci, misalnya irisan melintang mitokondria dengan Krista yang jelas atau kloroplas dan struktur stroma dan grana yang jelas.

Selain struktur sel, fungsi fisiologis sel juga dapat dipelajari secara in vitro (laboratorium) yaitu isolasi protein dan DNA lalu menganalisis fungsinya. Ada juga secara in vivo misalnya dengan histokimia dan radioisotop.

2. Tipe Sel

a. Sel Prokariotik

Adalah sel tanpa membran inti dan berukuran 1-10 µm. Sel ini memiliki materi genetik berupa DNA yang tidak dibungkus membran inti. DNA pada sel prokariotik disebut nukleoid. Di luar nukleolid terdapat juga DNA sirkuler lain dengan ukuran yang lebih kecil yang disebut plasmid. Sebagian besar sel prokariotik memiliki dinding sel. Aktivitas sel terjadi dalam membran plasma dan di dalam sitoplasma. Contoh sel prokariotik adalah bakteri dan Cyanobacteria.

b. Sel Eukariotik.

Adalah sel yang punya membran inti, sehingga terjadi pemisahan antara inti sel dan sitoplasma. Kesatuan inti sel dan sitoplasmanya disebut protoplasma. Sel eukariotik umumnya berukuran 10-100 µm. DNA berada di dalam inti sel yang dibungkus oleh membran inti. Sel eukariotik memiliki sejumlah organel yang memiliki fungsi spesifik. Contoh sel eukariotik adalah sel tumbuhan dan hewan. Bagiannya (1) nukleolus, (2)nukleus, (3) ribosom, (4) vesikel, (5) Retikulum Endoplasma Kasar (RE), (6) Badan Golgi, (7) Sitoskeleton, (8) Retikulum Endoplasma Halus, (9) Mitokondria, (10) Vakuola, (11) Sitoplasma, (12) Lisosom, (13) Sentriol within Sentrosom

D. Sel tumbuhan dan Hewan

1. Sel Tumbuhan

a. Dinding Sel

Bahan utama penyusun dinding sel yaitu zat kayu-selulosa yang tersusun dari glukosa. Manusia dan hewan tidak memiliki dinding sel, sedangkan tumbuhan punya.

b. Vakuola (nomor 10)

Merupakan organel bermembran yang isinya cairan vakuola. Vakuola tumbuhan memiliki bentuk dan fungsi lebih nyata daripada vakuola hewan.

Vakuola berisi cadangan makanan misalnya asam amino, gula, dan beberapa asam organik serta protein. Beberapa vakuola berisi metabolit sekunder (senyawa kimia yang tidak diperlukan oleh sel itu sendiri).

c. Plastida

Merupakan organel bermembran rangkap.

i.

Kloroplas

Mengandung klorofil untuk fotosintesis.

Membran luar : melewatkan molekul-molekul kurang dari 10 kilodalton tanpa selektivitas.

Membran dalam : Selektif permeabel dengan transpor aktif.

Stroma : cairan kloroplas untuk menyimpan hasil fotosintesis berupa pati/amilum

Tilakoid : Tempat terjadinya fotosintesis.

ii. Kromoplas

Berwarna kuning jingga dan merah karena karoten. Terdapat pada bunga, buah masak, dan daun gugur. Warnanya dapat bervariasi karena berasosiasi dengan pigmen lainnya, yaitu antosianin di vakuola.

iii. Leukoplas

Tidak berwarna. Berguna menyimpan cadangan makanan. Contoh amilum dan protein pada sel batang ketela pohon, sel akar kentang.

2. Sel Hewan

a. Sentriol

Sepasang struktur mirip silinder berlubang di tengah (tersusun atas protein mikrotubulus). Struktur protein mikrotubulus seperti jala berlekatan dengan kromosom selama pembelahan mitosis maupun meiosis. Jala itu dinamakan benang spindel. Ujung lainnya jala berlekatan dengan ujung sentriol. Berperan untuk mengatur polaritas/kutub pembelahan sel hewan dan mengatur pemisahan kromosom selama pembelahan sel.

About these ads