Sistem pencernaan

Posted on Januari 16, 2010

1



Pencernaan makanan pada manusia meliputi dua proses, pencernaan mekanik ( dilakukan oleh gigi) dan kimiawi (melibatkan enzim, mulai dari mulut, lambung dan usus).

Alat-alat pencernaan manusia terdiri dari:

Saluran Pencernaan : mulut (kavum oris), kerongkongan (esofagus), lambung (ventrikulus), usus halus, usus besar (kolon) dan anus.

Kelenjar Pencernaan : menghasilkan enzim yang dibuthkan yang terdapat di air liur/ludah, lambung, pancreas, dan hati (hepar).

A. Proses Pencernaan

Zat makanan perlu diubah ke bentuk sederhana agar dapat diserap usus. Zat makanan yang mengalami pencernaan adalah karbohidrat, protein, dan lemak. Vitamin dan mineral tidak mengalaminya.

1. Mulut

Merupakan tempat awal pencernaan, baik mekanik (gigi) maupun kimiawi (enzim). Dalam mulut ada gigi, lidah, dan kelenjar ludah.

2. Gigi

Terdiri dari tiga bagian, yaitu mahkota gigi (korona), leher gigi (korum), dan akar gigi, dan akar gigi (radius). Akar gigi tertanam di dalam rahang gigi. Gigi berasal dari dua jaringan embrional, yaitu ektoderm dan mesoderm.

Ektoderm membentuk lapisan gigi paling luar atau email. Email: lapisan keras yang menutupi permukaan gigi. Email berfungsi untuk melindungi gigi saat mengunyah dan melindungi terhadap asam pelarut dentin.

Mesoderm membentuk dentin (tulang gigi dalam email), sementum (lapisan luar akar gigi, dan pulpa (rongga gigi) yang mengandung serabut saraf dan darah.

Bentuk gigi antara lain: gigi seri (insisivus), gigi taring (kanisus), gigi geraham depan (premolar), dan gigi geraham belakang (molar). Fungsinya antara lain; gigi seri: memotong makanan, gigi taring: menyobek makanan, gigi geraham: mengunyah makanan.

Pertumbuhan gigi manusia ada dua, gigi susu (tumbuh dari bulan ke-7 sampai 26 bulan) dan gigi permanen (tumbuh sekitar 6 hingga 14 tahun).

Gigi anak-anak berjumlah 20 buah. Rahang atas dan bawah terdapat 8 gigi seri (2 x 4), g gigi taring [4 x (1 x 1)]. Dan 8 gigi geraham [2 x (2 x 2)]. Pada orang dewasa ditambah 12 gigi geraham belakang [2 x (3 + 3)], sehingga berjumlah 32 buah.

3. Lidah

Tertutup oleh selaput lendir dan tersusun dari otot lurik yang dilapisi selaput mukosa. Fungsinya mencampur makanan di mulut, membantu menelan, dan menghasilkan kelenjar ludah. Terdapat papilab dan tunas pengecap.

4. Kelenjar Ludah

Terdapat tiga kelenjar ludah, yaitu kelenjar (parotis, submandibularis, dan sublingualis). Ketiganya mengeluarkan air liur (pH-nya netral, mengandung enzim ptialin/amylase yang mengubah amilum/polisakarida menjadi maltosa). Kadar air 98%, jadi fungsinya membasahi makanan, mencegah kekeringan mulut, membunuh mikroorganisme, dan buffer/penyangga pH.

5. Kerongkongan (Esofagus)

Setelah dikunyah di mulut, makanan masuk kerongkongan (saluran panjang dan tipis untuk makanan menuju lambung) melalui faring (tekak) yang merupakan pertemuan rongga mulut dan hidung. Panjang kerongkongan ±20 cm dan lebar 2 cm. Kerongkongan dibasahi mukosa untuk memperlicin jalan makanan dan gerakan peristaltis (gerak kembung kempis yang mendorong makanan).

6. Lambung (Ventrikulus)

Terdiri dari 4 bagian: kardiak, fundus, badan lambung, dan pilorus. Di kedua ujung lambung terdapat klep (sfingter). Klep pertama berbatasan dengan kerongkongan disebut sfingter esofageal (menahan makanan dari lambung dan terbuka pada saat makan makan & muntah). Lalu ada sfingter pilorus.

Fundus menghasilkan getah lambung. Pada dinding lambung terdapat kelenjar buntu yang menghasilkan hormon gastrin yang memacu sekresi getah lambung. Makanan di lambung tersimpan selama 2 – 5 jam, di situ makanan dicerna kimiawi dan bercampur dengan getah lambung yang dipengaruhi gerak bergelombang setiap 15 – 25 detik.

Getah lambung adalah campuran yang sebagian besar terdiri dari air, asam lambung (HCl), serta enzim pepsin, renin, dan lipase. Fungsinya mematikan bakteri dalam makanan, mengubah sifat protein, dan mengaktifkan pepsin. Pepsin dapat menghidrolisis molekul protein menjadi molekul peptida. Renin mengubah kaseinogen menjadi kasein. Kasein akan digumpalkan Ca2+ agar dicerna pepsin. Lipase menghidrolisis trigliserida menjadi asam lemak dan gliserol.

Makanan yang telah dicerna lambung disebut kim (selembut bubur). Otot pilorus mengeluarkan kim sedikit-sedikit ke duodenum. Otot pilorus yang ke lambung mengendur jika menyentuh kim bersifat asam. Oto pilorus ke duodenum mengerut jika tersentuh kim.

7. Pankreas

Pankreas berwarna keputihan, terbentuk dari usu dua belas jari, dan terdapat di permukaan bawah lambung. Juga menghasilkan getah pancreas yang masuk ke duodenum melalui saluran pankreas. Getah pankreas mengandung:

a. Natrium bikarbonat, menetralkan keasaman isi usus,

b. Amilase, menghidrolisis pati menjadi maltosa dan glukosa,

c. Lipase, menghidrolisis lemak menjadi campuran asam lemak dan monogliserida,

d. Tripsin dan kimotripsin, memecah molekul protein,

e. Peptidase, membantu hidrolisis peptida menjadi asam amino,

f. Nuklease, hidrolisis asam nukleat dan menjadi komponen nukleotida.

Getah pankreas disekresikan di bawah pengaruh hormon. Urutannya: asam masuk duodenum, sel-sel tertentu duodenum melepaskan hormone (sekretin dan kolesistokinin) ke darah, hormone sekretin sampai pankreas merangsang pelepasan getah pankreas sedangkan kolesistokinin merangsang pengeluaran bilus dari empedu. Bilus mengandung garam empedu dan bilirubin (dapat mengemulsikan lemak menjadi tetesan halus agar mudah dicerna dan diserap).

8. Hati

Hati mensekresikan empedu (mengandung garam empedu). Fungsi hati yang lain:

a. Metabolisme karbohidrat

Mempertahankan kadar gula darah (jika rendah, glikogen atau asam amino dan asam laktat menjadi glukosa. Jika tinggi, glukosa menjadi glikogen & trigliserida).

b. Metabolisme lemak

Menyimpan beberapa trigliserida, memecah asam lemak untuk ATP, mensintesis kolesterol untuk membuat garam empedu.

c. Metabolisme protein

Membuat asam amino agar dapat menghasilkan ATP atau diubah menjadi karbohidrat atau lemak. Juga mensintesis protein plasma, albumin, protrombin, dan fibrinogen.

d. Memproses obat-obatan dan hormon

Menghilangkan zat beracun, mengekskresikan obat dan ke empedu, mengekskresikan hormone tiroid (mis estrogen dan aldosteron).

e. Ekskresi bilirubin

Diturunkan dari sel darah merah tua, lalu sebagian besar dimetabolisme bakteri usus halus dan dikeluarkan beserta feses.

f. Sintesis garam-garam empedu

Garam empedu diperlukan usus halus untuk mengemulsikan dan menyerap lemak, kolesterol, fosfolipid, dan lipoprotein.

g. Penyimpanan

Glikogen, Vitamin (A, B12, D, E, K) dan mineral (besi dan tembaga).

h. Fagositosis

Sel Kupffer pada hati memfagositosis sel darah merah dan putih yang tua, serta beberapa bakteri.

i. Mengaktifkan vitamin D

Kulit, hati, ginjal berperan dalam mengaktifkan vitamin D.

9. Usus Halus (Intestinum Tenue)

Terdiri dari 3 bagian, yaitu duodenum (dua belas jari), jejunum (usus kosong), dan ileum (usus penyerapan)

Pada duodenum bermuara dua saluran, yaitu dari pankreas dan kantung empedu. Juga terjadi pencernaan kimiawi.

Pada jejunum, terdapat pencernaan kimiawi oleh enzin (dari dinding usus), sehingga makanan halus dan encer. Enzimnya antara lain:

a. Enterokinase, mengaktifkan tripsinogen,

b. Laktase, mengubah laktosa menjadi glukosa,

c. Erepsin/Dipeptidase, mengubah dipeptida atau pepton menjadi asam amino,

d. Maltase, mengubah maltosa menjadi glukosa,

e. Disakarase, mengubah disakarida menjadi monosakarida,

f. Peptidase, mengubah polipeptida menjadi asam amino,

g. Sukrase, mencerna sukrosa menjadi glukosa & fruktosa,

h. Lipase, mengubah trigliserida menjadi gliserol dan asam lemak.

Pada ileum terdapat lipatan/lekukan yang disebut lili/jonjot usus. Vili memperluas permukaan usus.

Zat makanan (glukosa, asam amino, vitamin, mineral, dan air) diserap kapiler darah dalam vili, kemudian ke hati melalui pembuluh darah.

10. Usus Besar (Kolon)

Merupakan kelanjutan usus halus. Terdiri dari 3 yaitu kolon naik, kolon datar, kolon turun. Kolon memiliki tambahan usus disebut umbai cacing atau apendiks. Umbai cacing belum diketahui fungsinya, karena tanpa apendiks, manusia tidak mengalami gangguan pencernaan. Peradangan umbai cacing disebut apendisitis.

Pertemuan usus halus dan usus besar disebut klep ileosekum, fungsinya menjaga makanan tidak kembal ke usus halus.

Di dalam usus besar merupakan sisa pencernaan dari usus halus yang kandungan airnya masih tinggi. Apabila makanan sedikit air, usus besar akan menambahnya dengan air agar feses tidak keras.

Bagian akhir saluran pencernaan disebut rectum. Tak ada penyerapan air. Konstraksi rectum menyebabkan defekasi, pengeluaran zat sisa melalui anus (terdiri dari otot lurik & polos).

Ingin dokumen Sistem Pencernaan yang lebih baik?

Klik SistemPencernaan.pdf

Posted in: Biologi