Far Cry 2

Posted on April 16, 2010

0



Berbeda dengan Far Cry, Fry Cry 2 bukanlah sekuel lanjutan dari Far Cry. Tidak ada kesinambungan sama sekali, baik dari sisi grafik, setting lokasi, cerita maupun karakternya.

Setting lokasi tidak lagi berada dalam sebuah lokasi terpencil, melainkan di benua Afrika yang luas, gersang, panas, dan penuh konflik. Tak ada lagi makhluk mutant, sebagai gantinya Anda akan berhadapan dengan dua faksi yang bertikai. Tugas utama adalah bukan memihak ke salah satunya. Tetapi mencari The Jackal yang merupakan pemasok senjata bagi kedua kubu. Sang karakter utama tidak sama dengan yang seri pertama. Dalam Far Cry 2 Anda berperan sebagai tentara bayaran. Anda dapat memilih satu dari beberapa karakter yang mewakili berbagai ras/bangsa di dunia. sedangkan untuk grafik Far Cry 2 menggunakan engine yang sama sekali baru, yakn Dunia. Engine baru ini terbilang powerful dan mampu menggambarkan keindahan Afrika yang eksotis dalam berbagai detail yang mengagumkan. Namun. “Tak ada gading yang tak retak”.

Engine baru ini menuntut driver terbaru atau ia akan ngadat atau protes dengan cara me-restart komputer, wow! Meskipun demikian hal yang paling mengganggu justru datang dari gameplay-nya. Porsi untuk bepergian lebih banyak dibandingkan untuk misinya sendiri. Dalam Far Cry 2, Anda harus berpindah-pindah lokasi untuk mendapatkan misi atau jika ingin menuntaskannya. Sayangnya walau didukung grafik memukau dan Anda dapat menggunakan berbagai moda transportasi seperi jeep, bus, dan boat, bepergian tetap terasa tidak menyenangkan.

Perjalanan Anda dijamin tak pernah mulus karena musuh akan selalu ada di jalan. Tentu bukan masalah seandainya Ubisoft tidak salah menginterpretasi terminologi realistik. Realistik yang ada pada Fry Cry 2 adalah senjata yang suka macet dan cepat rusak, plus karakter yang menderita malaria. Belum lagi musuh-musuhnya yang kelewat tangguh (baca:kebal), jauh lebih tangguh daripada musuh ber-nanosuit seperti di game Crysis. Bayangkan, ketika Anda sedang menembaki musuh yang susah mati, senjata macet, belum lagi malaria kambuh. Apalagi musuh tak cuma satu orang. Setelah berjuang keras Anda akhirnya sampai ke tujuan. Ketika kembali melalui jalan yang sama, musuh yang sudah ditembak mati akan muncul kembali. Begitu seterusnya,. . .

Posted in: FPS, Review