F.E.A.R. 2 Project Origin

Posted on Juni 13, 2010

0



Project Origin

Game ini memang menarik. Karena beberapa waktu terakhir, seri game F.E.A.R. menawarkan kita gameplay yang cukup menarik. Paduan antara kekuatan magis dan tembak-menembak konvensional menjadikan game ini memiliki rasa berbeda pada umumnya. Selain itu, efek slow-motion yang digunakan F.E.A.R. mendramatisir rasa kita saat bermain game ini. Dalam sekuel kali ini, F.E.A.R 2 tetap mengikuti sekuel sebelumnya. Hal ini karena Project Origin memiliki keterkaitan dengan tokoh di sekuel sebelumnya yaitu penampakan gadis kecil bernama Alma dengan kemampuan Physic.

Sekuel ini bercerita tentang sebuah misi evekuasi. Seorang anggota pasukan khusus bernama Michel Becket beserta timnya (kalau di Indonesia Kopassus) memiliki tugas untuk mengevakuasi direktur Aramacham Technology Corporation bernama Genevieve Aristide. Namun tak disangka oleh Becket, ternyata Aristide punya rencana tersendiri.
Sekuel ini mengalami peningkatan misalnya slot senjata bertambah menjadi 4 senjata (artinya Anda sekarang dapat membawa 4 jenis senjata). Namun memang dengan maksud untuk membuat game menjadi lebih menantang, kadar keefektifan senjata dikurangi. Dari sisi gameplay pula, Becket memiliki opsi cover system yaitu kemampuan melindungi diri dengan menggunakan lingkungan sekitar (misalnya berlindung di balik meja atau kursi). Peningkatan juga terjadi pada elemen lingkungan. Kualitas suara mencekam dan grafik yang bagus membuat kita makin terasa di dalamnya. Selain itu, arena permainanpun makin terbuka. Walaupun tetap mempertahankan gaya game yang linear, namun Anda bisa saja mendatangi lokasi yang salah. Sehingga game ini terasa lebih realistis, menuntut inisiatif berpikir lebih dari pemainnya.
Dalam bermain, Anda akan menemukan berbagai jenis musuh yang beragam. Mulai dari prajurit biasa, seekor monster, hingga jenis mech. Namun, hal ini ditebus dengan Anda yang dapat menggunakan ragam jenis senjata yang banyak jenisnya. Pokoknya, semakin ampuh senjata yang ada, semakin sedikit amunisi yang tersedia untuk senjata tersebut.
Kalau menurut pengalaman saya, walau keefektifan senjata dikurangi, namun tantangan dalam game bisa dibilang hamper sama dengan sekuel sebelumnya. Hal ini dikarenakan lawan (AI) yang mungkin sengaja dikurangi “kepintarannya”. Walau begitu, sama seperti sekuel ini tetap menantang dan menuntut skill pemainnya.
Game ini dikemas dalam 3 keping DVD yang tentunya menandakan bahwa game ini membutuhkan ruang besar pada Harddisk. Namun, ukurannya yang besar tidak menjadikan game ini menuntut spesifikasi minimum yang besar, ya dapat dikatakan rata-rata.

Posted in: FPS, Game, Review