Aztaka

Posted on September 3, 2010

0



Saat pertama melihat cover yang membungkus keping DVD game ini, pikiran saya langsung melayang berada di suasana primitif sebuah suku dan pemandangan lingkungan yang menakjubkan. Juga mungkin akan terdapat situs-situs bersejarah dengan beragam bentuknya. Namun, harapan saya pupus sudah, ketika saya membuka game ini. Sesaat sehabis di-install saya membuka game ini untuk melihat seperti apa suasana yang ada di dalamnya. Namun, setelah dibuka, ternyata di luar perkiraan saya! Game ini berupa game yang memiliki grafik 2D, bukan 3D. Saya jelas sangat kecewa setelah sebelumnya sempat membayangkan betapa real-nya suasana yang akan saya dapatkan jika grafik game ini berupa 3D. Bahkan, game ini bisa dikatakan seperti game Prince of Persia yang dimainkan di konsol Nintendo zaman dulu. Karakter yang saya mainkan hanya dapat bergerak ke kiri dan ke kanan. Bahkan jika ada lorong masuk di tembok, Anda bisa memasukinya. Persis Prince of Persia zaman dahulu.

Anda akan bermain sebagai Huitzilo, putra dari dewa matahari. Huitzilo akan selalu didampingi puteri Ayohpa yang menjelma menjadi seekor burung.

Yang menarik di game ini, selama Anda bermain Anda dapat menemukan 4 macam energy yang akan Anda simpan di wadah khusus. Contohnya vital energy yang dapat membangkitkan orang mati dan menyembuhkan Anda maupun putrid Ayohpa. Adapun energy lainnya tentu memiliki kegunaan yang berbeda-beda.

Saya katakan bahwa game ini memiliki cirri sebuah game RPG, yaitu setting karakter (strength,agility,endurance,skill,spell), jual beli item, dan item baru di sepanjang permainan.

Walaupun gambarnya halus, namun saya tetap menganggap bahwa game ini lahir di zaman dahulu. Karena tidak sesuai tren pencitraan 3 dimensi yang biasa saya temui dalam me-review game-game terkini.

Posted in: Game, Review, RPG