Jaringan hewan

Posted on November 20, 2010

2



A. SEL HEWAN

Sel hewan memiliki organel yang khas yaitu sentriol, hal itu sebagai salah satu ciri yang membedakan sel hewan dan tumbuhan.

B. JARINGAN HEWAN

Jaringan adalah kumpulan sel sejenis yang memiliki struktur dan fungsi yang sama untuk membentuk suatu organ. Manusia dan vertebrata umumnya memiliki:

1. Jaringan Epitel

Merupakan jaringan yang melapisi permukaan tubuh dan membatasi rongga tubuh. Hampir ditemukan di seluruh permukaan tubuh. Jaringan epitel yang melapisi lapisan luar tubuh disebut epithelium, yang membatasi rongga tubuh disebut mesotelium, dan yang membatasi organ disebut endothelium.

Susunan sel di jaringan epitel padat dan saling terikat. Bagian atas beberapa jenis jaringan epitel terdapat mikrovili/silia. Bagian bawah jaringan epitel terikat dengan jaringan ikat, jaringan epitel dan jaringan ikat dihubungkan oleh 2 lapis membrane dasar yaitu lamina retikularis dan lamina basalis.

Struktur Epitel antara lain:

Epitel pipih : nukleusnya bulat, letaknya di tengah,

Epitel silindris : nukleusnya bulat, letaknya di dasar,

Epitel kubus : nukleusnya bulat, letaknya di tengah.

a. Epitel pipih selapis

Disusun selapis sel berbentuk pipih dengan sangat rapat. Terdapat di jaringan epitelium pembuluh limfe, pembuluh darah kapiler, selaput pembungkus jantung, paru-paru, ginjal, dan selaput perut. Berfungsi dalam difusi, osmosis, filtrasi, dan sekresi.

b. Epitel pipih berlapis banyak

Disusun lebih dari satu sel berbentuk pipih dengan sangat rapat. Terdapat di jaringan epitelium rongga mulut, rongga hidung, esophagus, telapak kaki, dan vagina. Fungsi sebagai pelindung.

c. Epitel silindris selapis

Disusun selapis sel berbentuk silindris. Terdapat di jaringan epitelium kelenjar pencernaan, jonjot halus, kantung empedu, lambung/ventrikulus, dan usus/intestinum. Fungsi penyerapan nutrisi di usus dan sekresi.

d. Epitel silindris berlapis banyak

Disusun lebih dari satu lapis sel berbentuk silindris. Terdapat di jaringan epitelium laring, faring, trakea, dan kelenjar ludah. Fungsinya dalam sekresi dan pelindung.

e. Epitel kubus selapis

Disusun selapis sel berbentuk kubus. Terdapat di jaringan epithelium permukaan ovarium, lensa mata, nefron ginjal, dan kelenjar tiroid. Fungsinya dalam sekresi dan pelindung.

f. Epitel kubus berlapis banyak

Disusun lebih dari satu lapis sel berbentuk kubus. Terdapat di jaringan epithelium folikel ovarium, permukaan ovarium, testis, saluran kelenjar minyak, dan kelenjar keringat kulit. Fungsinya dalam sekresi dan adsorpsi, melindungi dari gesekan dan pengelupasan.

g. Epitel transisi

Disusun oleh berlapis-lapis sel. Bentuk sel jaringan ini dapat berubah karena permukaanya dapat menggembung. Terdapat di jaringan epithelium ureter, uretra, saluran pernapasan, dan kantung kemih.

h. Epitel kelenjar

Merupakan epitel khusus yang berperan dalam sekresi senyawa untuk membantu proses fisiologis. Hasil sekresi akan disimpan dalam sel dalam bentuk granula sekresi.

Kelenjar endokrin : kelenjar buntu yang tidak memiliki saluran. Jadi, sekretnya langsung memasuki darah. Sekretnya disebut juga hormon. Contohnya kelenjar timus, kelenjar adrenal, kelenjar paratiroid, kelenjar tiroid.

Kelenjar eksokrin : kelenjar yang sekresinya melalui saluran khusus. Berfungsi membantu metabolisme (kelenjar ludah, keringat, pankreas) dan komunikasi (feromon).

2. Jaringan Ikat

Merupakan jaringan yang paling banyak terdapat dalam tubuh. Berkembang dari mesenkim yang berasal dari mesoderm. Bentuknya memiliki fungsi: (1) menyokong/memperkuat jaringan lain, (2) melindungi organ-organ tubuh, (3) menyimpan energi oleh lemak, (4) struktur tubuh oleh tulang, (5) menyusun sistem sirkulasi darah.

Terdiri dari matriks dan sel penyusun lainnya.

a. Penyusun Jaringan Ikat

i. Matriks

Adalah bahan dasar tempat sesuatu melekat. Terdiri dari serat dan bahan dasar. Serat pengikat pada matriks mengisi rongga antar sel untuk memberi bentuk jaringan. Serat tersebut berfungsi menopang jaringan ikat.

Þ Serat kolagen

Sifatnya kuat, kelenturan rendah, dan daya regang tinggi. Sehingga mampu memberi kekuatan pada jaringan ikat. Tersusun dari protein kolagen (protein yang 25% dari total protein tubuh). Serat ini terdapat pada tendon, tulang, kulit.

Þ Serat elastin

Sifatnya kelenturan tinggi. Tersusun dari mukopolisakarida dan protein elastin, elastin dikelilingi oleh glikoprotein yang biasa disebut fibrilin. Serat ini terdapat pada pembuluh darah, ligament, dan selaput tulang rawan laring.

Þ Serat retikuler

Sifatnya kelenturan rendah. Ukurannya lebih tipis daripada serat kolagen. Terdiri dari kolagen dan dilapisi oleh glikoprotein. Serat ini berperan untuk mengikat jaringan ikat dengan jaringan ikat lainnnya (mis: membrane jar. Epitelium dan jar. Ikat). Serat ini terdapat pada hati, limpa, dan kelenjar limfe.

Þ Bahan dasar

Merupakan bahan yang homogenya setengah cair. Terdiri dari asam mukopolisakarida yang komponen utamanya asam hialuronat. Semakin banyak asam hialuronat maka matriks semakin lentur dan air semakin banyak. Komponen utama lainnya adalah mukopolisakarida yang mengandung sulfat. Semakin banyak sulfat maka matriks makin kaku.

ii. Sel-sel jaringan ikat

Þ Fibroblas

Sel jaringan ikat yang berbentuk serat dan berfungsi untuk mensekresikan protein. Sel mesenkim berdiferensiasi menjadi fibroblas yang membentuk matriks.

Þ Sel lemak

Sel yang khusus menyimpan lemak. Disebut jaringan lemak karena terdapat sel lemak melimpah. Sel lemak mudah dibedakan jika menimbun karena sebelumnya mirip fibroblas.

Þ Sel plasma

Ditemukan dalam jumlah melimpah di bawah membran epitel yang basah (mis: saluran pencernaan dan pernapasan). Sel ini memproduksi antibodi yang khas untuk antigen.

Þ Makrofag

Sel jaringan ikat yang bentuknya berubah-ubah. Sel ini giat memfagositosis yaitu memakan zat-zat buangan, sel-sel mati, dan bakteri. Makrofag terdapat di dekat pembuluh darah.

Þ Sel tiang

Berfungsi menghasilkan heparin (berfungsi dalam pembekuan darah) dan histamin (meningkatkan permeabilitas darah).

b. Jenis-jenis jaringan ikat

i. Jaringan Ikat Longgar

Mengandung kolagen, retikuler, dan elastin. Terdiri dari makrofag, sel plasma, sel tiang, dan sel lemak. Berfungsi untuk menyokong organ-organ tubuh dan menghubungkan bagian-bagian jaringan lain. Jaringan ini terdapat di mesentrium, di bawah epitel mukosa sal. pencernaan, pembungkus pembuluh darah, akson saraf, dan lapisan subkutan kulit.

ii. Jaringan Ikat Padat

Memiliki cirri susunan serat yang padat dan jumlah selnya berkurang dan didominasi serat kolagen. Di antara serat kolagen tersebut terdapat sel fibroblast. Sifat jaringan ini tidak elastic. Fungsinya menghubungkan antara organ yang satu dengan organ tubuh yang lain.

Jaringan ini terdiri dari dua. (1) JAringan teratur yang terdapat pada ligamen dan tendon, (2) Jaringan tidak teratur pada pembungkus tulang dan lapisan dermis kulit.

iii. Jaringan Lemak (Adiposa)

Tidak membentuk sel-sel interseluler atau matriks, tetapi terspesialisasi untuk penimbunan lemak. Jaringan ini berasal dari sel mesenkim. Berfungsi untuk melindungi organ-organ dari benturan mekanis, cadangan makanan, membantu menjaga suhu badan (terutama pada bayi yang baru lahir). Terdapat di seluruh tubuh yaitu di bawah kulit sekitar persendian, serta sekitar organ bagian dalam (mis: jantuung,ginjal).

iv. Jaringan Tulang Rawan

Bahan dasarnya mengandung suatu kompleks protein-karbohidrat (kondromukoid). Sel tulang rawan disebut kondrosit, fungsinya mensintesis matriks. Tulang rawan anak-anak berkembang dari sel mesenkim yang membentuk serat-serat dan matriks padat. Tiap sel mesenkim membentuk matriks di sekelilingnya sehingga terbungkus dalam ruang kecil yang disebut lakuna. Pada orang dewasa, jaringan tulang rawan berasal dari selaput tulang rawan/perikondrium.

Þ Tulang rawan hialin

Berwarna putih kebiruan dan transparan. Konsentrasi serat pada matriksnya memiliki elastisitas tinggi. Merupakan tulang rawan yang paling banyak dalam tubuh, namun paling lemah dari tul.rawan lain. Saat embrio tulang ini merupakan rangka sementara, namun saat dewasa terdapat di persendian, ujung tulang rusuk, saluran pernapasan.

Þ Tulang rawan elastis

Terdapat serat elastin berwarna kuning dan adanya perikondrium. Serat tersebut berfungsi memberi daya lentur dan menyokong jaringan. Terdapat pada embrio, laring, telinga luar, epiglottis, dan daun telinga.

Þ Tulang rawan fibroblast

Terdapat serat kolagen. Matriksnya berwarna gelap dan keruh. MErupakan tulang rawan paling kuat sehingga berfungsi sbg pelindung dan penyokong jaringan. Terdapat pada hubungan antar-tulang vertebrae (tul.belakang) dan tendon.

v. Jaringan Tulang

Disusun oleh sel-sel tulang (osteosit) yang terbentuk dari osteoblas. Osteoblas adalah sel yang berasal dari fibroblast dan ikut serta dalam pembentukan tulang.

Þ Lamela

Lapisan konsentris matriks yang terdiri dari garam mineral (memperkeras tulang) dan serat kolagen (menguatkan tulang). Lakuna : ruang kecil di antara lamella yang mengandung osteosit. Kanalikuli merupakan saluran yang menyalurkan makanan dan mengeluarkan zat sisa.

Þ Saluran Havers

Merupakan unit dasar tulang yang tersusun dari lamela, lacuna, kanalikuli, dan saluran Havers. Berisi pembuluh daraf dan saraf. Di dalamnya terdapat saluran Volkman yang menghubungkan dua saluran Havers.

Tulang merupakan organ yang sangat keras yang senyawa penyusunnya adalah Ca2PO4, CaCl2, MgCl2, BaCl2, BaSO4. Fungsinya sebagai alat gerak, penyokong tubuh, tempat melekatnya otot, melindungi organ yang lunak.

Tulang dewasa sudah mengalami mineralisasi (penyusunan materi organik menjadi materi anorganik). Mineral yang sangat tinggi konsentrasinya adalah kalsium dan fosfat.

Struktur tulang antara lain: (1) Tulang kompak : tidak memiliki rongga, (2) Tulang spongiosa : memiliki rongga.

vi. Jaringan Darah

Berfungsi membawa sari makanan, hormon, oksigen, dan sisa-sisa metabolisme dan mencegah infeksi.

Þ Eritrosit/sel darah merah

Berbentuk lempengan bikonkaf berdiameter ±8µm. Tidak memiliki nukleus. Sitoplasmanya mengandung hemoglobin yang jika berikatan dengan O2 membentuk oksihemoglobin. Jika, O2 di jaringan tubuh < di paru-paru, maka oksihemoglobin akan pecah supaya O2 digunakan untuk metabolisme sel. Juga berperan mengangkut CO2 dari jaringan ke paru-paru.

Þ Leukosit/sel darah putih

Memiliki sebuah nukleus dan tidak mengandung Hb. Ia melakukan gerakan amudoid

* Granulosit (60%-70% dari leukosit), memiliki protein granula di sitoplasmanya. Terdiri dari neutrofil, eosinofil, dan basofil.

* Agranulosit, tidak memiliki granula di sitoplasmanya. Terdiri dari limfosit dan monosit.

Þ Trombosit/keping darah

Bentuknya lempengan berdiameter 2 – 4 µm. Banyak granula,namun tidak di nukleus. Membantu menghentikan pengeluaran darah dari pembuluh darah yang rusak.

Þ Plasma

Cair dan mengandung elektrolit dan protein (plasma) serta bahan terlarut (zat makanan, hormon, faktor pembeku darah). Protein plasma terdiri dari albumin, globulin, dan fibrinogen.

3. Jaringan Otot

Terdiri dari sel-sel otot. Bertanggung jawab atas pergerakan anggota tubuh.Gerakan dilakukan dengan mekanisme kontraksi serat kontraktil. Serat kontraktil terdiri dari aktin dan miosin.

a. Otot Polos

Bentuknya seperti gelendong. Nukleus tunggal di tengah. Ukurannya dari 20 µm (lapisan otot pembuluh darah) hingga 0,5 mm (uterus wanita hamil). Sel otot polos bekerja secara tidak sadar dan dilengkapi dengan saraf dari sistem saraf tak sadar dan mampu bekerja lama. Terdapat di dinding semua organ berlubang seperti pembuluh darah, usus, kantung kemih, dan rahim.

b. Otot Rangka (lurik)

Berbentuk silinder panjang (± 3 cm). Seratnya bersatu membentuk suatu berkas (fasikuli). Nukleusnya lebih dari 1 dan terletak di tepi. Otot ini bekerja sadar dan bereaksi cepat terhadap rangsangan dan tidak mampu bekerja lama.

c. Otot Jantung

Tersusun seperti anyaman bercabang dan sedikit penyambung di sekelilingnya. Nukleusnya di tengah. Diameter seratnya 9-20 µm dan tersusun tidak homogen. Ditemukan pada dinding jantung dan vena kava yang menuju jantung. Keistimewaannya dapat berkontraksi secara ritmis dan terus menerus. Bereaksi cepat terhadap stimulus dan mampu bekerja lama tanpa lelah.

4. Jaringan Saraf

Merupakan jaringan yang mengirimkan sinyal rangsangan ke seluruh tubuh dan dari seluruh tubuh ke pusat saraf. Tersusun oleh sel saraf yang disebut neuron.

Neuron terdiri dari: (1) Dendrit: Penjuluran ke luar dari badan sel sebagai penerima sinyal untuk diantarkan ke badan sel, (2) Badan sel: bagian neuron yang memiliki inti sel, (3) Akson/neurit: penjuluran ke luar badan sel sebagai pengirim sinyal ke badan sel neuron lain.

a. Neuron sensorik : Menerima sinyal dari lingkungan dan mengirimkan ke saraf pusat.

b. Neuron motorik : MEngirim sinyal dari saraf pusat menuju organ lain di dalam tubuh.

Antar saraf dihubungkan oleh akson dan zona hubungannya disebut sinapsis. Di zona tersebut terdapat neurotransmitter untuk mengirim impuls ke neuron lain. Senyawa yang berperan adalah asetilkolin dengan bantuan enzim asetilkolinestrase.

C. ORGAN & SISTEM ORGAN

Organ merupakan gabungan berbagai jaringan yang terorganisasi dalam fungsi tertentu. Ada organ luar (kulit, mata, telinga, hidung, dll) dan organ dalam (hati, jantung, lambung, dll).

Sistem organ merupakan gabungan dari berbagai organ untuk melakukan fungsi tertentu dalam tubuh.

1. Sistem organ rangka

a. Organ penyusun

Tengkorak, tulang rusuk, tulang dada, tulang bahu, tulang pinggul, tulang belakang, tulang anggota badan bagian atas dan bawah.

b. Fungsi

i. Memberi bentuk tubuh,

ii. Melindungi organ-organ lunak di dalam tubuh,

iii. Menyimpan cadangan mineral,

iv. Tempat pembentukan sel darah,

v. Tempat melekatnya otot-otot,

vi. Alat gerak pasif.

2. Sistem organ otot

a. Organ penyusun

Otot polos, otot rangka, otot jantung.

b. Fungsi

i. Alat gerak aktif,

ii. Postur tubuh,

iii. Menyimpan senyawa cadangan berupa glikogen.

3. Sistem organ pencernaan

a. Organ penyusun

Mulut (gigi, kelenjar ludah, lidah), esophagus, lambung, usus halus, usus besar, rectum, anus.

b. Fungsi

i. Mencerna dan menyerap sari makanan untuk proses fisiologis sistem organ.

4. Sistem organ pernapasan

a. Organ penyusun

Hidung, laring, trakea, paru-paru.

b. Fungsi

i. Mengambil O2 dan mengeluarkan CO2 dari tubuh,

ii. MEnghasilkan ATP hasil proses metabolisme senyawa organik

5. Sistem organ sirkulasi

a. Organ penyusun

Jantung, arteri, vena, pembuluh kapiler, pembuluh getah bening, kelenjar limfe.

b. Fungsi

i. Mengangkut O2 dan sari makanan ke seluruh tubuh,

ii. Mengekskresikan sisa metabolisme yang tidak berguna ke ginjal dan paru-paru untuk dikeluarkan dari dalam tubuh,

iii. Melindungi tubuh dari bibit penyakit.

6. Sistem organ saraf

a. Organ penyusun

Otak, sumsum tulang belakang, 2 pasang saraf otak, 31 pasang saraf sumsum tulang belakang.

b. Fungsi

i. Menerima dan menanggapi sinyal dari tubuh maupun lingkungan.

7. Sistem organ reproduksi

a. Organ penyusun

Pada wanita (ovarium, uterus, oviduk, vagina), pada laki-laki (testis, vas deferens, epididimis, uretra).

b. Fungsi

i. Mempertahankan kelangsungan hidup jenis makhluk hidup melalui perkembangbiakan.

8. Sistem organ endokrin/hormon

a. Organ penyusun

Kelenjar tiroid, kelenjar paratiroid, kelenjar hipofisis, adrenalin, kelenjar kelamin.

b. Fungsi

i. Memproduksi hormone untuk menjaga laju metabolisme tubuh.

9. Sistem organ ekskresi

a. Organ penyusun

Kelenjar keringat, hati, ginjal, paru-paru.

b. Fungsi

i. Mengeluarkan sisa metabolisme,

ii. Keseimbangan cairan sel dengan lingkungannya.