Tips Menukarkan Uang Anda Menjadi Pecahan yang Lebih Kecil

Posted on Agustus 30, 2012

0


Pecahan Uang Kecil


Berdasarkan hukum yang berlaku, uang menjadi alat pembayaran yang sah untuk ditukarkan dengan barang dan jasa. Tidak seperti dahulu kala saat uang belum ada, manusia cukup direpotkan dengan sistem barter dalam membeli kebutuhannya. Namun dalam praktiknya, kita dapat mengalami penolakan atas uang yang kita gunakan. Salah satu alasannya karena lawan transaksi kita tidak memiliki uang kembali.

Saya pribadi merasa sangat jengkel jika hal demikian terjadi. Transaksi menjadi kurang nyaman. Untuk mendapatkan uang kembalian, tak jarang saya harus menunggu dengan waktu yang cukup lama. Bagaimana tidak? Selama ini saya mendapat kiriman uang bulanan melalui bank dengan bantuan mesin Automated Teller Machine (ATM). Seperti yang banyak kita ketahui, kebanyakan mesin ATM menyediakan uang pecahan Rp.50.000,00. Sehingga terasa agak merepotkan jika langsung menggunakannya untuk keperluan tertentu seperti makan di warteg. Karena untuk sekali makan di warteg Anda hanya membutuhkan uang tujuh hingga sepuluh ribu rupiah. Sehingga merepotkan penjaja warteg jika harus memberikan uang kembali yang cukup banyak. Jangan heran penjaga warteg akan berkata, ”Wah, ga ada kembaliannya, mas!”.

Berikut saya akan paparkan tempat-tempat di mana Anda dapat menukarkan uang Anda dengan nyaman.

Bank

Bank Indonesia

Salah satu gedung milik Bank Indonesia di Jakarta

Tentu saja ini bukan merupakan pilihan yang sulit untuk diketahui. Sebagai sebuah lembaga keuangan masyarakat luas, bank kerap menyediakan uang receh untuk ditukarkan kepada masyarakat tanpa biaya tambahan kepada teller bank bersangkutan. Namun, seperti yang kita ketahui bersama, kemungkinan besar kita harus mengantri untuk bertransaksi dengan teller. Hal ini tentu menjengkelkan apalagi jika antrian panjang. Selain itu, setiap nasabah bank identik dengan waktu transaksi yang terbilang lama, sekitar 5 menit, bisa kurang bisa lebih. Dapatkan Anda bayangkan jika ada 10 orang di depan antrian Anda?

Ada beberapa hal yang perlu saya luruskan dalam hal menukarkan uang di bank. Pertama, kita tidak selalu mendapatkan cetakan uang baru yang masih halus. Kedua, kita belum tentu mendapatkan uang pecahan dengan nilai tertentu yang kita harapkan (semisal harus pecahan uang lima ribu rupiah), tergantung tingkat ketersediaan. Keempat, sejauh yang saya tahu, penukaran uang receh di bank tidak dikenakan biaya.

Keuntungan menukarkan uang di bank tentu karena faktor keamanan dan uang yang dijamin asli.

 

Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) atau Pom Bensin

Stasiun Pengisian Bahan Bakar

Salah satu SPBU Pertamina. Terlihat beberapa pengendara sepeda motor sedang mengisi bahan bakarnya.

Untuk tempat yang satu ini merupakan tempat favorit saya. Dengan frekuensi transaksi harian yang cukup tinggi dan didominasi dengan transaksi bensin untuk sepeda motor maka pom bensin atau gas station tidak diragukan lagi memiliki banyak uang receh. Untuk menukarkan uang di sini, Anda bisa saja langsung datang ke pom bensin terdekat dan mendekati karyawan yang bersiaga di sekitar fuel dispenser. Mereka senantiasa memegang setumpuk uang receh untuk keperluan transaksi dengan konsumen. Lalu Anda bisa saja utarakan maksud Anda untuk menukarkan uang. Namun, adakalanya karyawan tidak bersedia. Bisa jadi karena ia hanya memiliki sedikit uang receh sehingga khawatir tidak memiliki uang receh yang cukup nantinya.

Jika Anda merasa tidak enak untuk menukarkan uang, Anda bisa mencoba strategi berikut ini. Setiap kali mengisi bahan bakar sepeda motor Anda misalnya, usahakan hanya mengisinya sebesar lima ribu rupiah saja (walaupun Anda harus mengisi sebesar sepuluh ribu rupiah untuk membuat tangki bensin penuh). Lalu bayar dengan menggunakan uang pecahan lima puluh ribu rupiah. Hal ini efektif untuk mendapatkan uang receh secara maksimal. Jika tangki bensin Anda baru terisi setengah dari kapasitas normal, Anda bisa mengisinya sebesar lima ribu rupiah sekali lagi pada jam-jam berikutnya.

 

Mini market maupun Super Market

Aktivitas di salah satu minimarket di Jakarta. Terlihat dua orang pelajar sedang bertransaksi di kasir.

Sebagai pasar modern, sektor retail yang satu ini terbilang siap sedia untuk urusan uang receh. Namun, biasanya kasir akan menolak jika kita hanya menukarkan uang kita tanpa membeli sesuatu. Untuk itu, Anda dapat membeli suatu barang yang murah di tempat itu dan membayarnya dengan pecahan uang besar sehingga Anda mendapatkan kembalian berupa uang receh.

Posted in: Pribadi