Konsumen Cerdas Wajib Memahami Perlindungan Konsumen

Posted on Maret 10, 2013

0


Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen


Sebagai manusia, kita tentu mengonsumsi berbagai jenis produk setiap harinya. Berbagai jenis tawaran produk yang beredar di tanah air, baik berupa barang maupun jasa, terus berdatangan menghampiri kita. Dalam memilah produk yang akan dikonsumsi, kita akan memilih produk dengan harga dan kualitas terbaik. Namun, tidak semua produk yang beredar baik untuk kita. Sebagian dari produk itu dapat menyebabkan kerugian bagi kita sebagai konsumen. Untuk itu, kita harus melindungi diri kita dari ancaman kerugian dengan memahami perlindungan konsumen. Dengan melihat betapa pentingnya pemahaman tentang perlindungan konsumen, adalah sangat tepat jika penulis setuju pada ungkapan bahwa Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen. Jadi, bagaimana agar kita dapat menjadi konsumen cerdas?

Menurut Undang-undang no. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Perlindungan konsumen adalah segala upaya yang menjamin adanya kepastian hukum untuk memberi perlindungan kepada konsumen. Selanjutnya menurut undang-undang ini, Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.

Dari definisi di atas, kita tahu bahwa pemerintah telah berupaya melindungi masyarakat dengan menerbitkan peraturan perundangan untuk melindungi masyarakat dari produk yang dapat merugikan atau bahkan membahayakan. Selain itu, pemerintah melalui kementerian perdagangan telah berulang kali berupaya untuk mendidik masyarakat agar menjadi konsumen cerdas yang tahu akan hak dan kewajibannya sebagai konsumen. Sehingga, tanpa pemahaman oleh masyarakat, upaya pemerintah dalam melindungi konsumen akan sia-sia.  Untuk itu, masyarakat sebagai konsumen cerdas perlu tahu dan paham mengenai perlindungan konsumen, khususnya hak dan kewajiban sebagai konsumen, yang tercantum pada Undang-undang no.8 Tahun 1999, antara lain:

Hak Konsumen:

1. Konsumen berhak atas produk yang aman,

2. Konsumen berhak atas segala informasi yang relevan terhadap produk yang dipakainya,

3. Konsumen memiliki hak untuk berbicara dan didengar,

4. Konsumen berhak memilih produk yang akan dibeli,

5. Konsumen berhak mendapatkan edukasi tentang pembelian mereka,

6. Konsumen berhak untuk mendapatkan pelayanan yang baik,

7. Hak untuk mendapatkan ganti rugi.

Kewajiban Konsumen:

1. membaca atau mengikuti petunjuk informasi dan prosedur pemakaian atau pemanfaatan barang dan/atau jasa, demi keamanan dan keselamatan;

2. beritikad baik dalam melakukan transaksi pembelian barang dan/atau jasa;

3. membayar sesuai dengan nilai tukar yang disepakati;

4. mengikuti upaya penyelesaian hukum sengketa perlindungan konsumen secara patut.

Sebagai konsumen cerdas, poin-poin di atas dapat diterapkan seperti dengan teliti sebelum membeli, memperhatikan label (seperti keberadaan label SNI), kartu manual garansi dan tanggal kadaluarsa, memastikan bahwa produk itu sesuai dengan standar K3L, serta membeli barang berdasarkan kebutuhan dan bukan keinginan. Selain  melakukan hal di atas, kita juga memiliki tanggung jawab sosial seperti membeli produk dalam negeri, bijak menjaga bumi dan pola pangan sehat.

Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen

Perlindungan konsumen memiliki tujuan yang sangat penting. Karena hal tersebut dapat meningkatkan kesadaran, kemampuan, dan kemandirian konsumen untuk melindungi diri. Selain itu, perlindungan konsumen juga bertujuan untuk menghindarkan konsumen dari ekses negatif pemakaian barang atau jasa, meningkatkan pemberdayaan konsumen dalam menuntut haknya, dan kepastian hukum bagi konsumen untuk mendapatkan keterbukaan informasi. Di sisi pelaku usaha, perlindungan konsumen dapat  menumbuhkan sikap jujur dan bertanggung jawab dalam berusaha, serta meningkatkan kualitas barang dan/atau jasa yang mereka hasilkan.

Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen

Hingga saat ini, baik pemerintah maupun lembaga swadaya masyarakat secara konsisten terus melakukan pengawasan terhadap produk yang beredar. Pemerintah melalui kementerian perdagangan secara konsisten terus meningkatkan pengawasan terhadap barang yang beredar . Contohnya adalah hasil pengawasan sepanjang tahun 2012 silam di mana ditemukan 621 produk yang diduga tidak memenuhi ketentuan. Produk-produk tersebut akhirnya diselidiki dan diproses secara hukum. Sebagian terkena hukum pidana dan sebagian lagi dikenakan peringatan tertulis.

Apa pentingnya standar produk yang ditetapkan oleh pemerintah? Contoh yang paling sederhana adalah helm bagi pengendara bermotor. Fungsi helm utama helm saat berkendara adalah sebagai pelindung kepala dari benturan saat terjadi laka lalu lintas. Untuk itu, benda yang satu ini membutuhkan standar minimum khusus yang menjamin bahwa benda tersebut akan berperan sesuai dengan yang diharapkan. Jika helm yang digunakan mudah hancur saat terkena benturan, maka sia-sialah perilaku tertib pengendara dengan menggunakan helm. Contoh lain adalah peralatan elektronika seperti setrika. Alat listrik yang satu ini menggunakan konsumsi daya listrik yang cukup besar. Jika terdapat kesalahan teknis atau pemakaian, maka akibatnya bagi konsumen akan sangat berbahaya, semisal luka bakar akibat panas maupun loncatan listrik yang diakibatkannya. Hal tersebut dapat terjadi jika barang tersebut tidak memenuhi standar resmi maupun ketidaktahuan konsumen karena minimnya informasi yang diberikan produsen.

Konsumen Cerdas Paham Perlindungan Konsumen

Kesimpulan yang dapat kita ambil adalah kita berkewajiban untuk tetap melidungi diri sendiri dan orang-orang tercinta dari bahaya penggunaan produk yang tidak sesuai ketentuan. Sekali lagi, segala upaya pemerintah akan sia-sia jika tidak dimulai dari kesadaran kita sebagai individu dan masyarakat untuk melindungi diri sendiri. Jadilah Konsumen Cerdas!

 

Lebih lanjut, kunjungi:

http://ditjenspk.kemendag.go.id/

Posted in: Pribadi