Internet cepat kapan hadir?

Posted on Juni 1, 2014

2



Siang ini penulis sedang berada di tengah acara pertemuan antara perkumpulan keluarga-keluarga sahabat orangtua. Jujur, penulis dengan adiknya merasa bosan dengan acara ini. Iseng-iseng penulis bertanya kepada sang adik yang sedang mendengarkan musik melalui headset dari perangkat tabletnya, “lagi apa,dik?”. Ternyata, dia sedang mendengarkan musik secara streaming via Youtube, tanpa buffering.

Penulis teringat akan kejadian semalam di mana ketinggalan kereta bisa jadi sangat menyebalkan. Segera saja setelah ketinggalan kereta, penulis membeli tiket untuk keberangkatan hari lusa dan menelepon partner kerja untuk meminta maaf atas keterlambatan yang terjadi. Sebenarnya sebelum berangkat, percaya atau tidak, penulis agak berat hati meninggalkan kota Jakarta tercinta. Bukan hanya karena harus terpisah jauh kembali dengan keluarga tercinta, melainkan juga karena nikmatnya fasilitas yang bisa penulis dapatkan selama berada di ibukota, salah satu yang utama adalah internet cepat.

Ceritanya selama berada di Jakarta, penulis cukup sering melakukan kegiatan streaming video untuk menonton acara kesukaan langsung melalui tablet dengan koneksi data selular 3G (bukan via Wi-Fi). Selain itu juga sering melakukan kegiatan streaming radio dan browsing dengan kecepatan yang sama, tanpa buffering. Padahal, dengan menggunakan kartu seluler yang sama, penulis tidak dapat melakukan hal ini dengan nyaman di kota Semarang, khususnya kawasan Tembalang. Eitsss, penulis menolak menyebut kartu seluler apa yang dimaksud penulis. Harapannya, agar jaringan seluler ini tidak terlalu padat sehingga penulis dapat tetap menikmati layanan data dengan nyaman, hehe.

Namun, inti dari cerita di atas adalah internet cepat. Di sini penulis katakan, betapa menyenangkannya untuk dapat menikmati konten yang saat itu kita butuhkan dengan sangat nyaman, entah itu streaming, browsing, maupun download data penting semisal aplikasi, materi pembelajaran online, hingga men-download podcast. Di negeri tercinta, hal ini belum dapat terwujud di seluruh wilayah, bahkan di ibukota provinsi yang masih berada di pulau Jawa. Di Semarang, hampir mustahil bagi penulis untuk dapat menikmati kenyamanan ini. Wuahh, rindunya dengan internet cepat ini!

Kalau Anda pernah membaca mengenai tren di Afrika Selatan mengenai layanan streaming online acara televisi, mungkin agak sedikit bingung, begitu juga dengan penulis. Kalau kita mau runut, Afrika Selatan memang sebuah negara yang tidak dapat diremehkan. Namun, ada satu fakta yang agak menggelitik. Sekalipun Afrika Selatan negara hebat, namun negara itu di kelilingi negara-negara miskin dan berada di benua di mana perang, pertikaian, dan pembunuhan paling sering terjadi dibandingkan dengan benua lain di dunia. Berbeda dengan Indonesia yang notabene dikelilingi negara yang lebih maju dari negara-negara sekitar Afrika Selatan. Namun, mengapa internet di Indonesia masih begitu tertinggal dibandingkan negara tetangga dan bahkan dunia?

Penulis tidak tahu jawabannya. Penulis, seperti kebanyakan netizen (warga internet) pada umumnya, tentu tidak terlalu mengambil pusing hal teknis mengenai keterbatasan bandwith, kabel laut terganggu, sinyal terganggu, maupun alasan-alasan cengeng lainnya. Karena tentu hal itu di luar tanggung jawab dan kuasa pengguna yang menggunakan internet. Untuk itulah konsumen disebut dengan user atau pengguna, karena ya perannya adalah menggunakan, mengkonsumsi internet sebagai layanan konsumen.

Ya, mungkin artikel ini tidak bertujuan untuk membahas fenomena internet cepat lambat menyeluruh. Namun, kiranya pertanyaan yang ada di dalam artikel ini dapat dijawab hanya oleh ketersediaan internet cepat di bumi pertiwi dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Ditandai:
Posted in: Komunikasi, Pribadi