Apakah Kunci Logam Akan Punah?

Posted on November 13, 2014

0


Kunci Kamar dan Kunci Gembok


Sejak zaman Firaun, manusia telah menggunakan kunci, atau bisa disebut anak kunci, berbahan metal untuk mengunci sesuatu. Adapun tujuannya berbeda-beda, ada yang untuk melindungi benda berharga di lemari, mengurung tahanan di penjara, dan lain sebagainya. Selama ribuan tahun tersebut, anak kunci berbahan logam dikenal sebagai sistem yang kuat dan aman. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi penguncian eletronik, apakah kunci yang kita kenal selama ini berada di ambang kepunahan?

Minggu lalu, sebuah produsen mobil meluncurkan mobil Range Rover berteknologi keyless ignition. Artinya untuk menghidupkan mesin mobil tidak diperlukan kunci fisik biasa. Jadi, jika seseorang, katakanlah pencuri, berhasil masuk ke dalam mobil tersebut, maka orang tersebut berpeluang untuk meng-copy kode keamanan mobil tersebut.

Mungkin, hal tersebut akan terdengar sangat beresiko. Apalagi, anak kunci logam berbentuk fisik yang telah kita kenal selama ribuan tahun telah terbukti sebagai solusi paling aman untuk urusan kunci-mengunci. Namun, ternyata salah satu peneliti di Eropa, Matthew Avery, mengatakan bahwa seiring perkembangan teknologi, masalah ini akan teratasi. Apalagi, muncul pertanyaan, bukankah seharusnya mobil berteknologi tinggi dilindungi oleh teknologi tinggi juga?

Avery mengatakan bahwa lebih dari 80% kendaraan sekarang telah memanfaatkan konsep teknologi keyless ignition. Bahkan, ia memprediksi dalam lima tahun ke depan tidak akan ada lagi mobil yang diproduksi dengan hanya mengandalkan sistem penguncian konvensional yang kita kenal selama ini.

Nah, contohnya untuk kasus Range Rover di atas, menurut Avery masalah tersebut akan terpecahkan sesegera mungkin. Buktinya, saat remote control diperkenalkan untuk pertama kalinya untuk mengunci mobil, pencuri dapat meng-copy frekuensi penguncian tersebut. Namun, sekarang hal tersebut sudah berhasil diatasi. Remote control mobil akan menggunakan frekuensi yang berubah-ubah setiap kali mobil terkunci. Sehingga, bukan tidak mungkin jika suatu saat kita dapat menggunakan smartphone untuk urusan kunci-mengunci mobil.

 

 

Perlu diketahui, penggunaan anak kunci logam yang kita kenal sekarang ini dipercaya telah digunakan sejak zaman mesir kuno. Prinsip kerja sistem penguncian logam yang ditemukan ribuan tahun yang lalu masih kita gunakan sampai sekarang. Namun, desain sistem penguncian mengalami perkembangan pesat pada abad ke-18 dengan memanfaatkan per. Kunci modern yang kita gunakan sekarang ditemukan oleh Linus Yale Jr pada tahun 1861. Walaupun kunci  penemuan Linus Yale merupakan peningkatan terbesar sejak zaman mesir kuno, prinsip kerja yang dipakai  tetaplah didasarkan pada penemuan ribuan tahun silam tersebut. Jadi, tidak mengejutan jika sistem penguncian itu akan secara perlahan disingkirkan.

Contoh paling nyata dalam hal tersebut adalah industri perhotelan. Industri ini adalah salah satu dari sekian banyak industri yang menyingkirkan penggunaan kunci logam. Penggunaan kartu sebagai kunci pertama kali diperkenalkan di sebuah hotel di Atlanta, Amerika Serikat pada tahun 1979. Kunci kartu pertama ini sangat sederhana yaitu dengan beberapa susunan lubang. Akhirnya, penggunaan kartu sebagai kunci ini digunakan secara luas, namun bukan karena alasan keamanan, melainkan untuk menghemat listrik karena listrik hanya dapat menyala apabila kartu tersebut terpasang pada tempatnya. Keuntungan penggunaan kunci kartu lainnya adalah memungkinan pegawai hotel untuk mengetahui apakah pelanggan sedang berada di dalam kamar. Sistem penguncian di industri perhotelan terus mengalami perkembangan, bahkan terdengar kabar bahwa tahun depan hotel Hilton di Amerika Serikat akan dapat menggunakan smartphone sebagai kunci ke kamar hotel yang telah dipesan.

Contoh lain perkembangan kunci di dunia modern adalah kunci biometric seperti sidik jari. Sekarang, kantor, sekolah, maupun universitas telah memanfaatkan sidik jari untuk sistem absensi. Apalagi dengan diperkenalkannya Apple Pay beberapa waktu lalu. Anda dapat membeli barang dari merchant yang mendukung Apple Pay dengan perangkat iOS yang mendukung yang dilengkapi dengan sensor sidik jari untuk autorisasi transaksi yang dilakukan. Aman dan mudah.

 

Sebuah demo Apple Pay oleh TechCrunch

 

Pada awal tahun ini, Apple meluncurkan HomeKit, sebuah rangka kerja untuk pengembangan aplikasi untuk keperluan automasi rumah tempat tinggal, semisal untuk keperluan penguncian pintu. Selain inisiatif dari Apple, sebenarnya sudah ada produk sejenis yang ada di pasaran yaitu August Smartlock yang memanfaatkan smartphone untuk membuka kunci pintu rumah. Perangkat tersebut bahkan juga memungkinkan pemilik mengizinkan orang lain masuk ke rumahnya pada waktu-waktu tertentu. Jika listrik padam, maka terdapat kunci cadangan berupa kunci logam biasa.

Namun, perkembangan teknologi penguncian elektronik juga tak lepas dari perdebatan. Jika Anda mungkin merasa nyaman dan aman dengan menggunakan kartu untuk kamar hotel Anda, atau menggunakan smartphone untuk mobil Anda, belum tentu Anda merasa bahwa penggunaan teknologi elektronik untuk penguncian pintu rumah merupakan pilihan yang tepat. Anda tentu bertanya, bagaimana jika terdapat kebakaran, gempa bumi, mati listrik, apakah sistem penguncian tetap akan bekerja? Pertanyaan tersebut pasti (dan harus) muncul dalam benak Anda saat memutuskan untuk memanfaatkan teknologi ini. Selain itu coba bayangkan, jika kunci Anda jatuh ke dalam air, mungkin hal itu bukan masalah besar. Namun jika kunci elektronik Anda (semisal smartphone) jatuh ke dalam air, bukankah itu menjadi suatu masalah? Selain itu, kita juga harus berpikir mengenai pentingnya teknologi tersebut untuk diterapkan untuk keamanan rumah kita. Apalagi, kita tidak dapat menyangkal bahwa kunci berbahan logam memiliki daya tahan yang cukup lama dan kehandalannya telah terbukti selama ribuan tahun.

Jika ada dari kita berpikir bahwa dalam waktu dekat sistem penguncian elektronik akan menggantikan kunci konvensional yang ada, pendapat tersebut kemungkinan merupakan sebuah kesalahan. Mungkin, pemikiran tadi berkaca pada perkembangan teknologi komunikasi. Seiring perkembangan komunikasi melalui telepon seluler terutama teknologi pesan singkat, surat-menyurat melalui media fisik seperti kertas terus mengalami penurunan. Apalagi setelah teknologi surat elektronik (e-mail) dipergunakan oleh masyarakat luas. Namun, hal ini tidak dapat disamakan dengan perkembangan teknologi penguncian. sebagai contoh, manusia sekarang telah mengenal teknologi roket untuk keperluan antariksa dan persenjataan. Namun, coba Anda lihat di jalan raya, apakah tetangga atau teman Anda bepergian dengan menggunakan sepatu jet atau semacamnya? Jadi, perkembangan dan adaptasi teknologi ke masyarakat (sebagai konsumen) memiliki banyak faktor untuk menjadi kenyataan. Contoh lain adalah meja. Hingga sekarang, sebagian besar meja masih terbuat dari kayu. Walaupun ada alternatif bahan lain seperti besi, namun meja kayu masih menjadi pilihan utama masyarakat. Padahal, manusia telah menggunakan meja selama ribuan tahun. Namun, perkembangan teknologi dan peradaban tidak membuat bahan meja tergantikan. Meja yang ada sekarang mungkin hanya berbeda variasi bentuk dan ornamen dari meja di ribuan tahun silam.

Jadi, kesimpulannya, terserah pada Anda. Anda sebagai konsumen yang nanti akan menentukan ke mana arah perkembangan teknologi penguncian. Namun, jika penulis boleh berpendapat, sepertinya manusia tetap akan mengandalkan anak kunci penemuan mesir kuno untuk beberapa abad ke depan.

Posted in: Tekno