Suplemen Makanan Yang Baik

Posted on Desember 30, 2014

0



Sebelum masuk ke dalam pembahasan mendalam mengenai suplemen makanan, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu pengertian dari suplemen makanan itu sendiri.

Menurut Karyadi (1997), suplemen makanan merupakan makanan yang mengandung zat-zat gizi dan non-gizi, bisa dalam bentuk kapsul, kapsul lunak, tablet, bubuk, atau cairan yang fungsinya sebagai pelengkap kekurangan zat gizi yang dibutuhkan untuk menjaga agar vitalitas tubuh tetap prima. Jadi menurut pengertian ini, suplemen makanan diharapkan dapat melengkapi kurangnya zat gizi tertentu sehingga tubuh Anda dapat dalam kondisi baik. Namun, tidak semua suplemen makanan benar-benar baik untuk tubuh. Tentu ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan untuk mendapatkan manfaat yang diharapkan dari makanan kesehatan yang satu ini.

Bahan Baku Alami

Suplemen makanan yang baik harus diproduksi menggunakan bahan baku yang baik pula. Artinya, bahan baku tersebut harus tidak berbahaya bagi kesehatan. Salah satu contoh bahan baku yang baik adalah jika diproduksi menggunakan sistem penanaman organik. Artinya, bahan baku berasal dari tumbuhan yang ditanam tanpa melibatkan pestisida, tanpa pupuk kimia, dan bukan merupakan GMO (Genetically Modified Organisms).

Penggunaan pestisida dan pupuk kimia pada tanaman dapat berakibat buruk bagi kesehatan konsumen. Sisa zat kimia (yang terkandung di dalam pestisida dan pupuk kimia) akan terakumulasi di lahan pertanian dan tanaman. Akumulasi sisa-sisa pestisida yang masuk ke tanaman, jika dikonsumsi, dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti kanker, mutasi, dan cacat lahir.

Sedangkan Genetically Modified Organisms (GMO) adalah organisme yang telah mengalami perubahan akibat rekayasa genetik. Biasanya, rekayasa genetik pada tanaman dilakukan agar dapat lebih tahan hama, tahan penyakit, produksi panen meningkat, dan keuntungan komersial lainnya. Namun, GMO dapat berbahaya bagi kesehatan. Menurut Institute for Responsible Technology (IRT), GMO dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh, gangguan sistem kekebalan tubuh, penuaan dini, dan kemandulan.

Penanaman OrganikPenanaman Non organik

Standar Proses Produksi Yang Baik

Suatu produk suplemen harus diproduksi dengan cara yang baik. Proses produksi suplemen makanan yang baik sudah seharusnya memenuhi standar Good Manufacturing Practice (GMP) atau di Indonesia dikenal dengan istilah Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).

Sebenarnya istilah standar GMP tidaklah menjamin bahwa proses produksi suplemen makanan dilakukan dengan standar terbaik. Pasalnya, standar GMP setiap waktu selalu mengalami penyempurnaan untuk mencapai standar yang lebih baik lagi. Untuk itu terdapat istilah current Good Manufacturing Practice (cGMP) yang menandakan proses produksi menggunakan standar terbaru yang ada untuk menjamin kualitas yang terus meningkat. Hal ini penting untuk memberi perlindungan kepada konsumen yang menggunakan makanan kesehatan yang satu ini.

Segar dan Tidak Berpengawet

Penting untuk diketahui bahwa makanan berpengawet tidak terlalu baik bagi tubuh. Untuk itu, jika Anda menginginkan keamanan dalam mengonsumsi makanan kesehatan yang satu ini, sebaiknya pilih yang segar dan tidak berpengawet. Produk suplemen kesehatan juga sebaiknya tidak menggunakan pewarna sintestis. Pengawet makanan dan pewarna sintetis dapat menyebabkan gangguan fungsi hati dan ginjal.

Pewarna AlamiPewarna Non alami

Bersertifikat Resmi dan Terpercaya

Tentu Anda menginginkan suplemen makanan yang dikonsumsi terbuat dari bahan yang terjamin halal. Untuk itu, Anda perlu memperhatikan sertifikat halal yang terdapat pada kemasan suplemen kesehatan Anda. Selain sertifkat halal, penting juga bagi produk suplemen kesehatan untuk tidak menggunakan bahan baku dari hewan bersertifikat bebas penyakit sapi gila.

 

Jadi, suplemen kesehatan sebagai makanan kesehatan bertujuan menyehatkan tubuh kita. Untuk mewujudkan hal itu, kita sebagai konsumen juga harus jeli dalam memilih suplemen kesehatan yang baik agar tujuan kesehatan yang dimaksud tercapai.

Sumber referensi:

http://www.responsibletechnology.org

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/8505035

http://www.fda.gov

http://ik.pom.go.id

 

 

Posted in: Kesehatan