Fenomena Ponsel Mewah Kamera Wah

Posted on April 5, 2016

0


gold-15309-leftside-5-wp.jpg.jpeg


Ada rumah mewah, ada pula mobil mewah. Jika ditanya pengertian rumah mewah biasanya saya tidak hanya merujuk pada besarnya ukuran rumah, namun juga pada material yang digunakan, contohnya marmer. Bahan ini dipilih karena keindahannya dibentuk oleh alam melalui proses yang melibatkan tekanan dan suhu tinggi selama puluhan juta tahun! Lain halnya dengan mobil mewah. Selain dibalut dengan kualitas material nomor satu (seperti kulit asli pada jok mobil dan logam ringan namun kuat pada bodi mobil), mobil mewah umumnya juga dilengkapi dengan jeroan alias mesin yang powerfull. Apapun pandangan saya maupun para pembaca mengenai hal ini yang pasti kedua benda tersebut punya kesamaan: harganya mahal dibanding benda sejenisnya.

Bagaimana dengan ‘ponsel mewah’? Saya menggunakan kata ‘ponsel mewah’ hanya agar kata tersebut memiliki warna yang sama seperti halnya ‘rumah mewah’ maupun ‘mobil mewah’. Adapun istilah yang mungkin pernah Anda dengar adalah ‘ponsel premium’. Namun demi konsistensi isi tulisan, izinkan saya menggunakan istilah ‘ponsel mewah’.

Ponsel mewah umumnya dibuat dari material yang kuat dan indah. Konsekuensinya harga ponsel jenis ini pun selangit alias tidak terjangkau oleh masyarakat biasa.

Kategori produk ini sebenarnya bukanlah hal yang baru. Jika dirunut sejak awal, produsen ponsel yang merintis kategori ini adalah Vertu. Produsen yang didirikan pada tahun 1998 ini terkenal atas produknya yang teramat mahal. Bahan yang digunakan untuk menghiasi produk besutannya meliputi intan, emas, perak, batu safir, dan sebagainya. Alhasil produk ini hanya dapat dinikmati kalangan ‘berduit’ yang jumlahnya sangat terbatas.

Pada tahun 2007, Apple yang saat itu dikenal sebagai produsen Mac dan iPod resmi masuk ke arena industri telepon seluler setelah meluncurkan ponsel pertama mereka, iPhone. Walaupun bukan merupakan fitur utama yang mungkin diperhatikan banyak konsumen, Apple menggunakan material yang berbeda dengan mayoritas ponsel yang saat itu beredar di pasaran. Layar iPhone dilapisi oleh Gorilla Glass produksi Corning yang di-klaim tidak mudah tergores. Cover belakang iPhone juga terbuat dari aluminium. Hal ini membuat produk tersebut seakan naik kelas dan berbeda dengan ponsel lain yang umumnya menggunakan bahan plastik. Sejak saat itu, Apple selalu menggunakan bahan metal seperti aluminium dan Gorilla Glass pada setiap ponsel besutannya. Namun, harga iPhone pun sebenarnya masih tergolong mahal. Di indonesia saja, harga unit iPhone terbaru berada di kisaran 10 juta rupiah. Tentunya hal ini tidak menjadi pilihan masyarakat menengah ke bawah.

Pada tahun 2015, salah satu produsen ponsel asal korea selatan meluncurkan produk ponsel bernuansa premium berharga ‘miring’. Produk inipun memiliki bodi metal dan Gorilla Glass. Namun, ‘harga’ yang harus dibayarkan adalah dikorbankannya spesifikasi seperti RAM.

Ketiadaan ponsel mewah yang memiliki harga terjangkau praktis menjadi peluang bagi produsen ponsel lain untuk menyediakan produk premium spesifikasi terbaik dengan harga relatif terjangkau. Akhirnya pada awal tahun 2016, OPPO meluncurkan produk terbarunya untuk masuk segmen ini: Oppo F1.

image

Ponsel Mewah atau Ponsel Selfie? …Atau keduanya?
Melihat tren ponsel sekarang, mengandalkan tampilan bodi saja tentu tidak cukup bagi para produsen ponsel. Daripada mengunggulkan produknya dari sisi musik, umumnya produsen ponsel berlomba untuk menjadikan produknya sebagai Smartphone selfie terbaik.

Saya cukup bingung ke mana harus mengkategorikan ponsel ini. Di satu sisi saya pribadi sedang tertarik sekali dengan ponsel bernuansa mewah/premium yang kebetulan saat ini harganya masih selangit di pasaran. Di sisi lain Oppo F1 disebut-sebut sebagai produk selfie expert dan OPPO Cameraphone. Sesuai judul artikel maka saya akan bahas terlebih dahulu material pembentuk ponsel ini lalu fitur kameranya.

image

Saya mengetahui produk ini secara tidak terencana. Saat itu saya dan tiga orang teman kerja berjalan-jalan ke suatu pusat perbelanjaan di Kota Batam. Kesan pertama ketika melihat dan menggenggam ponsel ini adalah mewah, apalagi ketika saya mencoba produk tersebut yang berwarna gold. Saya akui material pembentuknya cukup solid, tidak ada kesan ringkih. Layarnya pun dibalut dengan Gorilla Glass 4 yang di-klaim dua kali lebih kuat dari produk kaca sejenis. Saya mencoba mencari tahu lebih dalam mengenai produk tersebut, sekadar iseng-iseng berselancar di dunia maya. Ternyata material bernuansa metal yang membalut Oppo F1 terbuat dari aluminium alloy berkualitas tinggi yang diproses dengan 40 prosedur pemolesan. Hasil pemrosesan ini menghasilkan material yang disebut “Metal Silk” atau secara harfiah “Metal Sutra”, wow! Saya kurang paham apa maksudnya, mungkin karena material yang dihasilkan sangat bagus sehingga wajar jika disebut demikian.

Bicara soal kemampuan kameranya luar biasa juga. Kamera utamanya berkekuatan 13 megapiksel dan didampingi kamera depan 8 megapiksel. Lantas mengapa disebut sebagai selfie expert? Setelah diusut lebih mendalam, lensa kamera depan ponsel ini memiliki diafragma F/2.0 dan sensor 1/4 inci yang memungkinkan 44% menangkap cahaya lebih baik dibandingkan diafragma F/2.4. Sebagai perbandingan, kamera depan iPhone 6s hanya memiliki sensor kamera berdiafragma F/2.2 dengan kekuatan 1,2 megapiksel saja dan kamera utama 8 megapiksel. Kamera depan OPPO F1 juga memanfaatkan layar sebagai cahaya flash dalam kondisi cahaya minim, fitur yang juga terbenam di ponsel sekelas iPhone 6s. Well, selfie expert.

Hanya kamera? Bagaimana dengan fitur lainnya?
Mungkin hal seperti tampilan bodi ponsel dan kamera merupakan hal yang remeh bagi pengguna smartphone tanah air, terutama bagi mereka yang kerap menggunakan aplikasi “berat”. Untuk apa hal-hal demikian kalau dalam keseharian ponsel mereka tidak bisa diajak ngebut untuk memenuhi kebutuhan sepanjang hari.

Dari yang saya coba di toko ponsel tidak ada glitch atau lag dalam navigasi ke berbagai aplikasi yang ada. Semuanya cukup nyaman dan terkendali. Wajar saja sih, melihat brosur promosi di toko tersebut ternyata RAM-nya saja 3 GB dan prosesor 8 cores. Sejenak saya bertanya dalam hati untuk apa RAM sebesar itu, mungkin bonus atau rezeki untuk sang pembeli nantinya. Yang jelas, tren menunjukkan aplikasi baru yang bermunculan di smartphone kerap menuntut daya komputasi yang tinggi seiring berjalannya waktu.

Oh iya, saya hampir lupa. Saat sedang membolak-balik halaman brosur sambil mendengar celotehan penjual toko dan teman saya yang mendadak turut mengompori (saya heran betapa mudahnya ia beralih profesi), saya menemukan bahwa ponsel ini dilengkapi dengan kemampuan 4G dual-sim.

image

Dengan material premium dan fitur seabrek seperti ini, akan sangat wajar jika ponsel dibanderol dengan harga yang mahal. Ternyata harga smartphone OPPO F1  hanya 3,5 juta rupiah di Blibli.com. Harga yang termasuk dalam segmen konsumen menengah ke bawah. Mengapa harus beli di Blibli.com? Masalah tempat membeli tergantung pilihan Anda. Namun karena saya sering belanja online di situs tersebut dan selalu memuaskan jadinya saya percaya deh, harga yang ditawarkan pun masuk akal dan yang pasti kualitas barang terjamin. Yang pasti dengan harga demikian, ponsel-ponsel bernuansa mewah tidak hanya dapat dinikmati kalangan menengah atas saja tanpa harus mengorbankan kehandalan sehari-hari plus kualitas kamera yang luar biasa.

Well, patut dipertimbangkan…

Posted in: Uncategorized